Rabu, 28 Desember 2011

perpustakaan digital

Pengertian sistem Perpustakaan Digital
Perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Istillah perpustakaan digital atau digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual library.
Sedangkan istilah yang sering digunakan dewasa ini adalah digital library, hal ini bisa kita lihat dengan adanya workshop, simposium, atau konferensi dengan memakai nama digital library. Di dalam makalah ini penulis menggunakan istilah perpustakaan digital, sebagai penerjemahan kata digital library.
Kebanyakan perpustakaan digital menggunakan WWW(World Wide Web) yang terhubung dalam jaringan Internet sebagai media utama penyaluran informasi. Hal ini disebabkan karena pengaksesan WWW yang mudah dan usernya sangat banyak tersebar diseluruh dunia. Disamping ituWWWmempunyai kelebihan antara lain didukung berbagai macam protokol komunikasi (HTTP,FTP,Gopher, dll), pemakaian HTML sebagai markup language standar dan kelebihan dibidang GUI (Graphical User Interface).

Pengelolaan Dokumen Elektronik
Pengelolaan dokumen elektronik memerlukan teknik khusus yang memiliki perbedaan dengan pengelolaan dokumen tercetak. Proses pengelolaan dokumen elektronik melewati beberapa tahapan, yang dapat kita rangkumkan dalam proses digitalisasi, penyimpanan dan pengaksesan/temu kembali dokumen. Pengelolaan dokumen elektronik yang baik dan terstruktur adalah bekal penting dalam pembangunan sistem perpustakaan digital (digital library)

1. Proses Digitalisasi Dokumen
Proses perubahan dari dokumen tercetak ( printed document) menjadi dokumen elektronik sering disebut dengan proses digitalisasi dokumen. Dokumen mentah (jurnal, prosiding, buku, majalah, dsb) diproses dengan sebuah alat (scanner) untuk menghasilkan doumen elektronik. Proses digitalisasi dokumen ini tentu tidak diperlukan lagi apabila dokumen elektronik sudah menjadi standar dalam proses dokumentasi sebuah organisasi.
2. Proses Penyimpanan
Pada tahap ini dilakukan proses penyimpanan dimana termasuk didalamnya adalah pemasukan data (data entry), editing, pembuatan indeks dan klasifikasi berdasarkan subjek dari dokumen. Klasifikasi bisa menggunakan UDC (Universal Decimal Classification) atau DDC (Dewey Decimal Classfication) yang banyak digunakan di perpustakaanperpustakaan di Indonesia.
Ada dua pendekatan dalam proses penyimpanan, yaitu pendekatan basis file (file base approach) dan pendekatan basis data (database approach). Masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan, dan kita dapat memilih pendekatan mana yang akan kita gunakan berdasarkan kebutuhan.

3. Proses Pengaksesan dan Pencarian Kembali Dokumen
Inti dari proses ini adalah bagaimana kita dapat melakukan pencarian kembali terhadap dokumen yang telah kita simpan. Metode pengaksesan dan pencarian kembali dokumen akan mengikuti pendekatan proses penyimpanan yang kita pilih. Pendekatan database membuat proses ini lebih fleksibel dan efektif dilakukan, terutama untuk penyimpanan data sekala besar. Disisi lain, kelemahannya adalah relatif lebih rumitnya sistem dan proses yang harus kita lakukan.
Jenis topologi dan sistem jaringan yang ada pada perpustakaan digital
           Ada dua sistem jaringan yang digunakan pada perpustakaan digital ini diantaranya adalah;

1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation.
Topologi yang digunakan untuk sistem jaringan ini biasanya topologi Bus, Star dan Ring.

2. Wide Area Network (WAN)

Jaringan ini mencakup area yang luas dan mampu menjangkau batas propinsi bahkan sampai
negara yang ada dibelahan bumi lain. Jaringan WAN dapat menghubungkan satu komputer dengan komputer lain dengan menggunakan satelit atau kabel bawah laut. Topologi yang digunakan WAN menggunakan topologi tak menentu sesuai dengan apa yang akan digunakan. Topologi Jaringan (Bentuk Jaringan) Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub/Switch dan pengkabelannnya. Terdapat tiga macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring.

Sistem E-procurment


E procurmant adalah proses antar organisasi yang dilakukan oleh dua peran : pembeli dan penjual , dengan tujuan si pembeli membeli barang atau jasa dari penjual. Hal ini dikerjakan dengan adanya pertukaran berbagai dokumen, diikuti dengan pertukaran barang dan uang. Terdapat perbedaan yang cukup jelas antara pengadaan dengan pembelian, dimana pemebelian hanyalah semata-mata aktivitas pembayaran barang dan jasa. Sementara pengadaan (procurmanet),  berbicara lebih jauh yang dapat dipandang sebagai sebuah siklus. Siklus tersebut dapat dipandang sebagai serangkaian peristiwa permintaan barang, persetujuan, hingga ke proses pembayarannya.
E-procurement adalah perangkat lunak untuk mengotomatisasi beberapa pembelian dan penjualan. Perusahaan yang berpartisipasi dapat mengontrol persediaan suku lebih efektif, mengurangi overhead pembelian agen, dan meningkatkan siklus manufaktur. E-procurement diharapkan dapat diintegrasikan dengan tren ke arah komputerisasi.
E-Procurement memungkinkan pembeli untuk merangkul model e-bisnis untuk pengadaan semua produk atau jasa yang memanfaatkan internet untuk menciptakan hubungan kolaboratif dan strategis dengan pemasok mereka.

Sebuah sistem e-procurement yang baik akan membantu perusahaan mengatur interaksinya dengan pemasok. Ini memberikan orang-orang yang menggunakannya dengan sekumpulan built-in pemantauan. Yaitu satu alat untuk membantu mengendalikan biaya dan menjamin kinerja pemasok dengan maksimal. Sistem ini menyediakan cara yang terorganisir untuk menjaga garis komunikasi yang terbuka dengan pemasok selama proses bisnis. Sistem ini memungkinkan manajer untuk mengkonfirmasi harga, dan perjanjian yang disetujui sebelumnya untuk menjamin setiap penawaran harga baru yang lebih kompetitif.


Manfaat Sistem E-Procurement

E-Procurement membantu dengan proses pengambilan keputusan dengan menjaga informasi yang relevan rapi dan terorganisir. Kebanyakan template driven yang membuat semua transaksi standar dan dapat dilacak. Dengan mengikuti perkembangan semua penawaran berarti meningkatkan pengetahuan Anda untuk mendapatkan harga yang lebih baik. sehingga Perusahaan dapat fokus pada mitra yang paling menguntungkan bagi mereka dalam perdagangan dan kontrak.

Komponen Sistem E-Procurement

Meskipun system ini masih baru, namun sistem e-Procurement ini telah mampu mengembangkan tubuhnya sendiri dan dengan demikian terlepas dari modelnya, masing-masing memiliki komponen yang sama yang harus dipertimbangkan dan dikelola untuk memastikan sistemnya berhasil. Komponen-komponen ini mencakup konten Katalog, Proses, Pengguna pemeliharaan, pembeli Pendirian atau hubungan penjual, manajemen Penagihan, pendirian Harga, transmisi data, dan pemeliharaan sistem.

Konten Katalog

Di jantung setiap proses e-procurement terletak sebuah katalog elektronik. Mirip dengan katalog mail-order tradisional, katalog elektronik berisi informasi rinci tentang produk atau layanan yang tersedia untuk dijual. Pemasok menyesuaikan konten untuk mengatasi kebutuhan khusus pembeli yang ditargetkan. Konten ini dimanipulasi dan diimpor ke database bahwa aplikasi  e-procurement terintegrasi ke halaman web

Pengelolaan data katalog dapat ditangani  menggunakan alat agregasi atau dengan outsourcing, tugas tersebut ada pada perusahaan yang mengkhususkan diri dalam manajemen konten. Penyedia konten umumnya menawarkan layanan-layanan berikut:

    * Data katalog Convert ke dalam bahasa yang seragam dan format
    * Mengumpulkan dan data agregat dari beberapa supplier ke dalam satu katalog
    * Mempublikasikan dan memelihara katalog produk

Setelah katalog yang dibuat, berbagai strategi katalogisasi digunakan untuk menyediakan akses ke konten. Strategi termasuk menggunakan model katalog terpusat dimana data agregat ini di-host di lokasi pusat, model terdistribusi dimana data berada di beberapa situs, atau metode konten-Pengambilan mana pemasok menyajikan data katalog secara langsung kepada pembeli.


E-procurement Proses

Selain menciptakan sebuah katalog elektronik, proses pengadaan yang ada perlu
diperhatikan seperti  “listrik” end-to-end untuk mendukung proses e-procurement keseluruhan. Ini termasuk permintaan dan manajemen pesanan, pelacakan real-time dan penerimaan, pemenuhan pesanan online, penagihan otomatis, faktur dan pembayaran, serta manajemen alur kerja, transaksi perdagangan, dan pelaporan dan alat analisis.

Perhatikan bahwa platform e-procurement yang efektif harus mendukung baik pembeli dan proses bisnis pemasok. Hal ini juga harus menawarkan fungsionalitas yang dapat dengan mudah disesuaikan dan dikonfigurasi untuk memenuhi kebutuhan spesifik e-procurement. Secara umum, solusi e-procurement yang berhasil akan didirikan pada model, terbuka berbasis komponen yang menawarkan configurability mudah dan skalabilitas.

Transmisi Data

Transmisi data melalui Internet melibatkan dua sisi: pesan agen dan keamanan. Data dan alat messaging memungkinkan pertukaran berbasis Internet data transaksi antara pembeli berbeda dan pemasok di pasar e-procurement. Untuk melakukan hal ini, transaksi yang dikirim melalui internet sebagai pesan”dan kemudian diintegrasikan ke dalam sistem back-office pemasok atau pembeli, memungkinkan posting keuangan yang bertepatan dengan pembayaran, penerimaan, dan proses faktur. Alat data olahpesan juga digunakan untuk membatalkan transaksi dan log kegagalan ketika pesan tidak dapat dikirim dalam jangka waktu yang telah ditentukan atau setelah jumlah tertentu upaya. Aspek yang paling penting dari alat messaging adalah bahwa hal itu memungkinkan komunikasi real-time antara pembeli dan penjual.

Kebetulan, keamanan merupakan aspek penting dari setiap transaksi Internet. Melindungi informasi rahasia keuangan pembeli dan memastikan
bahwa pembeli hanya ditunjuk memiliki akses ke informasi pemasok produk sangat penting untuk memastikan kepercayaan dalam sistem e-procurement.
                          

sesion dan jenis-jenis file

Session

Dalam ilmu komputer, dalam jaringan tertentu, sesi adalah pertukaran informasi semi-permanen interaktif, juga dikenal sebagai dialog, percakapan atau pertemuan, antara dua atau lebih perangkat  yang berkomunikasi, atau antara komputer dan user (lihat sesi Login). sesi sudah diatur atau ditetapkan pada titik tertentu dalam waktu, dan meruntuhkan titik di kemudian waktu. Sebuah sesi komunikasi didirikan mungkin melibatkan lebih dari satu pesan di setiap arah. sesi biasanya  tidak selalu stateful yang berarti bahwa setidaknya salah satu dari bagian berkomunikasi perlu menyimpan informasi tentang sejarah sesi untuk dapat berkomunikasi, sebagai lawan komunikasi tanpa negara, di mana komunikasi terdiri dari permintaan yang independen dengan tanggapan.

Dalam hal protokol transportasi yang tidak menerapkan lapisan sesi formal (misalnya, UDP) atau dimana sesi pada lapisan sesi umumnya sangat pendek-hidup (misalnya, HTTP), sesi diselenggarakan oleh program tingkat yang lebih tinggi dengan menggunakan metode yang didefinisikan dalam data sedang ditukar. Misalnya, pertukaran HTTP antara browser dan sebuah remote host mungkin mencakup cookie HTTP yang mengidentifikasi negara, seperti ID sesi yang unik, informasi tentang preferensi pengguna atau tingkat otorisasi.

Protocol version HTTP/1.1 memungkinkan untuk menggunakan kembali sesi TCP sama untuk urutan permintaan layanan dan tanggapan (urutan transfer file) dalam tampilan untuk mengurangi waktu pendirian sesi, sementara HTTP/1.0 hanya memungkinkan satu permintaan dan respon selama TCP satu sesi. Namun, mekanisme transport layer sesi tidak harus bingung dengan sesi HTTP yang disebut, karena tidak terakhir waktu yang cukup lama, dan tidak menyediakan layanan level aplikasi interaktif seperti halaman web dinamis.
Isi







Cara kerja/ pengaturan Session:
Berikut ini adalah gambaran mengenai cara kerja session:
Saat pengunjung mengakses suatu halaman, pengunjung tersebut memulai session (digunakan fungsi session_start()). Bila dalam konfigurasi php, session.auto_start diset ke 1 maka php akan melakukan start session secara otomatis.
Pengunjung tadi kemudian diberi pengenal berupa session id, Session id ini adalah rangkaian karakter yang unik, misalnya 12345678xx.. Bersamaan dengan itu, pada sisi server juga dibuat file ses_12345678xx yang berisi variabel-variabel session milik si pengunjung. Variabel yang diregister dengan fungsi session_register() akan disimpan dalam file ini.
Metode di atas adalah default. Sebenarnya anda juga bisa menentukan lokasi penampungan variabel session anda sendiri, misalnya di database. Selanjutnya, saat pengunjung memulai atau melanjutkan session (melalui session_start()) maka dia tinggal mengirim session id-nya untuk memperoleh kembali variabel-variabel session miliknya yang telah disimpan di server.
Pengiriman session id ke server bisa melalui 2 cara. Yang pertama, yaitu cara default, dikirim melalui cookies. Session id berupa cookie PHPSESSID (default).
Ada kalanya dengan alasan tertentu, si pengunjung menonaktifkan cookies (bisa dilakukan melalui setting browsernya). Bila hal ini terjadi, maka pengiriman session id dilakukan dengan cara kedua, yaitu melalui query string (string yang ditambahkan ke URL, seperti contoh di awal artikel).
Session akan berakhir saat fungsi session_destroy() dipanggil atau sewaktu user menutup web browsernya.
Dari cara kerja session tadi, terlihat bahwa yang menjadi kunci pegangan si pengunjung (di sisi client) hanyalah variabel session id, sedangkan variabel-variabel lain miliknya di server. Adanya fasilitas session handling di PHP menjadikan proses diatas menjadi sederhana dan mudah karena PHP melakukannya otomatis untuk anda.


Jenis jenis file
File adalah sekumpulan data/informasi yang saling berhubungan sesuai dengan tujuan pembuatnya.
Data pada file bisa berupa numerik, alpha numerik binary atau text. Setiap File memiliki nama dan pengacuan terhadap suatu file menggunakan nama file tersebut. Pada Linux penamaan File bersifat case sensitif yaitu membedakan antara lower case dan upper case letters sehingga file-file Tugas, tugas, TUGAS, TUGas merupakan file-file yang berbeda. Sebagai perbandingan, pada MS-DOS, file-file tadi dianggap sama.
File biasanya disimpan dalam media disk (floppy disk, harddisk, atau CD).
file biasa. File biasa menyimpan data, sedang file direktori meyimpan nama file yang Pada umunya, ada dua macam file yang berada pada struktur file, yaitu file direktori dan terdapat pada direktori tersebut.
Sebagian besar file, hanya merupakan file biasa yang disebut file regular yang berisi data biasa sebagai contoh file text, file executable, atau program, input atau output dari program dan lainnya. Selain file biasa ada file-file khusus seperti berikut :
·         Directories: file yang berisi daftar dari file lain.
·         Special files: mekanisme yang digunakan untuk input dan output. Sebagian besar terdapat pada direktori /dev.
·         Links: Sistem untuk membuat file atau direktori dapat terlihat di banayk bagian dari pohon file sistem.
·         (Domain) sockets: Jenis file khusus, mirip dengan soket TCP/IP, yang menyediakan jaringan antar proses yang terproteksi oleh file system's access control.
·         Named pipes: berfungsi kurang lebih seperti soket dan membentuk jalur untuk proses komunikasi.



Adapun jenis jenis dari file system yang ada pada linux:
a.      FAT 16 adalah sebuah tipe file system yang dikenalkan kepada public pada jaman MSDOS. FAT 16 menggunakan cluster address 16 bit, hal ini yang mampu memberikan kemungkinan besar dari sebuah partisi mencapai ukuran hingga 2 GigaByte. Fat 16 menggunakan metode 8.3 (8.3 maksudnya adalah 8 nama file dan tiga extention) untuk melakukan suatu penamaan dari suatu file.

b.      FAT 32 adalah sebuah tipe file sistem perkembangan dari file sistem FAT 16, diperkenalkan ke masyarakat luas ketika era windows 98. FAT32 menggunakan cluster address 32 bit yang memungkinkan untuk membuat partisi hingga 124 GigaByte, akan tetapi bila kita melakukan format langsung dari windows, maka hanya terbatas hingga 32 GigaByte. Besar maximal file adalah 4 GigaByte (belum tentu cukup untuk kita menyimpan image dalam sebuah DVD).

c.       NTFS adalah file system yang digunakan pada windows berbasis NT (NT, 2000, XP, 2003, Vista). Pada file system ini besar partisi max 256 Terra Byte sedangkan besar datanya 16 Terra Byte. NTFS support terhadap metadata, yaitu database yang berisi informasi suatu file.

d.      ext3 adalah file system yang digunakan pada sebagian besar sistem operasi Linux. Pada file system maka setiap file akan memiliki suatu database mini, yaitu disebut dengan inode. Dimana di dalamnya berisi berbagai informasi seperti jenis file, hak akses, pemilik file, group pemilik file, besar file dan waktu perubahan.

e.       Swap adalah file system yang tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan data, tetapi sebagai virtual memory, yaitu sebagai pembantu kinerja dari si memory. Virtual memory ini juga digunakan pada windows dengan nama page file, tetapi kalau swap ditaruh pada partisi yang berbeda dengan system dan diberi tempat tersendiri, pada page file dia berada pada partisi yang sama dengan system atau data.

Search Engine


Pengertian search engine
Search engine adalah sebuah program komputer yang di gunakan untuk berjelajah pada dunia internet. Search engine di gunakan untuk mencari dan mengumpulkan informasi yang tersedia pada dunia maya.
Cara kerja search engine
Search engine bekerja dengan cara menyimpan hampir semua halaman web yang ada secara otomatis kemudian program tersebut menganalisis isi setiap haalaman yang ada untuk menentukan cara mengindeksnya. Sesuai dengan informasi apa yang kita inginkan.
Search engine menganalisis halaman berdasarkan judul,sub judul, atau field khusus yang disebut meta tag. Kemudian data tentang halaman web disimpan dalam sebuah data based indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya. Sebagian mesin pencari, seperti google, menyimpan sebagian atau seluruh halaman web sumber (yang disebut cache) maupun informasi tentang halaman web itu sendiri.
 Ketika seseorang mengunjungi mesin pencari dan memasukkan query, biasanya dengan memasukkan kata kunci, mesin mencari indeks dan memberikan daftar halaman yang paling sesuai dengan kriterianya., biasanya disertai ringkasan singkat mengenai judul dokomen dan terkadang sebagian teksnya.
Komponen utama dalam search engine
Sebuah search engine memiliki beberapa buah komponen agar dapat menyediakan layanan utamanya sebagai sebuah mesin pencari informasi. Komponen tersebut antara lain:
Web Crawler
Web crawler atau yang dikenal dengan istilah web spider bertugas untuk mengumpulkan semua informasi yang ada dalam semua halaman web. Web crawler bekerja secara otomatis dengan cara memberikan sejumlah alamat website untuk dikunjungi serta menyimpan semua informasi yang terkandung di dalamnya. Setiap kali web crawler mengunjungi sebuah website, maka dia akan mendata semua link yang ada di halaman yang di kunjunginya  satu persatu.
Proses web crawler dalam mengunjungi setiap dokumen web disebut dengan web crawling atau spidering. Beberapa website, khususnya yang berhubungan dengan pencarian menggunakan prosses spidering untuk memperbharui data mereka. Wab crewler biasanya digunakan untuk membuat salinan secara sebagian atau keseluruhan halaman yang dikunjunginya agar dapat di proses lebih lanjut oleh system pengindexan.
Indexing system
Indexing system bertugas untuk menganalisa halaman web yang telah tersimpan sebelumnya dengan cara mengindex setiap kemungkinan term yang terdapat didalamnya. Data term yang ditemukan disimpan dalam sebuah data based indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya.
Indexing system mengumpulkan, memilah dan menyimpan data untuk memberikan kemudahan dalam pengaksesan informasi secara tepat dan akurat. Proses pengolahan halaman web agar dapat di gunakan untuk proses pencarian berikutnya dinamakan indexing. Dalam implementasinya indexing system dirancang dari penggabungan beberapa cabang ilmu, antara lain ilmu bahasa, pisikologi, matematika, informatika, fisika, dan ilmu komputer.
Tujuan penyimpanan data berupa indeks adalah untuk performansi dan kecepatan dalam menemukan informasi yang relevan berdasarkan inputan user. Tampa adanya indeks, search engine harus melakukan scan terhadap setiap dokumen yang ada pada setiap data base. Hal ini tentusaja akan membutuhkan proses sumberdaya yang sangat besar dalam proses komputasi. Sebagai contoh, indeks dari 10.000 dokumen dapat dip roses dalam waktu beberapa detik saja, sedangkan penelusuran secara berurutan setiap kata yang terdapat di dalam 10.000 dokumen akn membutuhkan waktu yang sangat lama. Tempat tambahan mungkin akan di butuhkan di dalam komputer untuk menyimpan indeks tapi hal ini akan terbayar dengan penghematan waktu pada saat pmrosesan pencarian dokumen yang di butuhkan.
Search system
Search system adalah system yang berhubungan langsune dengan pengguna atu user, tugasnya adalah menyediakan hasil pencarian informasi yang diinginkan. Ketika seorang pengguna mengunjungi mesin pencari atau search engine dan memasukkan kata pencarian biasanya dengan beberapa kata kunci, search system akan mencari data dari indeks data based. Data yang cocok kemudian akan di tampilkan, biasanya disertai ringkasan singkat mengenai judul dokumen dan terkadang sebagian teksnya.
Sumber
 /www.netrix.web.id/pengertian-penjelasan-search-engine-mesin-pencari-web-directory/
belajar-web-ku.blogspot.com/2008/08/pengertian-search-engine-optimization.html

Rekam Medik


Rekam medis adalah berkas yang berisikan informasi tentang identitas
pasien, anamnese, penentuan fisik laboratorium, diagnosa segala pelayanan
dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang
dirawat nginap, rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat
darurat. Rekam medis digunakan sebagai acuan pasien selanjutnya, terutama
pada saat pasien itu berobat kembali (Petunjuk Teknis Penyelenggaraan rekam
medis, 1991). Rekam medis pasien harus siap apabila pasien berobat kembali.
Tenaga kesehatan akan sulit dalam melakukan tindakan atau terapi sebelum
mengetahui sejarah penyakit, tindakan atau terapi yang pernah diberikan
kepada pasien yang terdapat di dalam berkas rekam medis. Hal penting dalam
berkas rekam medis adalah ketersediaannya saat dibutuhkan dan kelengkapan
pengisiannya.
Kelengkapan pengisian berkas rekam medis oleh tenaga kesehatan akan
memudahkan tenaga kesehatan lain dalam memberikan tindakan atau terapi
kepada pasien. Selain itu juga sebagai sumber data pada bagian rekam medis
dalam pengolahan data yang kemudian akan menjadi informasi yang berguna
bagi pihak manajemen dalam menentukan langkah-langkah strategis untuk
pengembangan pelayanan kesehatan.
Penyajian informasi harus disesuaikan dengan nilai kegunaan, kedudukan
dan fungsi masing-masing bagian. Dokter misalnya, tidak membutuhkan
laporan keuangan pelayanan kesehatan. Begitu pula dengan manajer yang
perlu mengetahui informasi dalam bentuk laporan dan statistik dari masingmasing
bagian untuk mendukung dalam pengambilan keputusan. Informasi
adalah data yang telah diolah dan dianalisa secara formal, dengan cara yang
benar dan secara efektif, sehingga hasilnya dapat bermanfaat dalam
operasional dan manajemen (Sabarguna, 2005).
Penyimpanan berkas rekam medis yang terkomputerisasi, menjadikan
rekam medis tersebut mudah dan cepat diolah untuk memudahkan bagian
rekam medis dalam pengolahan data rekam medis menjadi informasi dalam
bentuk laporan-laporan maupun statistik perkembangan pelayanan kesehatan
maupun statistik penyakit.

Manfaat Rekam Medis

Permenkes no. 749a tahun 1989 menyebutkan bahwa Rekam Medis memiliki 5 ,manfaat yaitu:
  1. Sebagai dasar pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien
  2. Sebagai bahan pembuktian dalam perkara hukum
  3. Bahan untuk kepentingan penelitian
  4. Sebagai dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan dan
  5. Sebagai bahan untuk menyiapkan statistik kesehatan.
Dalam kepustakaan dikatakan bahwa rekam medis memiliki 5 manfaat, yang untuk mudahnya disingkat sebagai ALFRED, yaitu:
  1. Adminstratlve value: Rekam medis merupakan rekaman data adminitratif pelayanan kesehatan.

  1. Legal value: Rekam medis dapat.dijadikan bahan pembuktian di pengadilan


  1. Financial value: Rekam medis dapat dijadikan dasar untuk perincian biaya pelayanan kesehatan yang harus dibayar oleh pasien


  1. Research value: Data Rekam Medis dapat dijadikan bahan untuk penelitian dalam lapangan kedokteran, keperawatan dan kesehatan.


  1. Education value: Data-data dalam Rekam Medis dapat menjadi bahan pengajaran dan pendidikan mahasiswa kedokteran, keperawatan serta tenaga kesehatan lainnya.



Pengum pulan data pada sistem rekam medis
Ada beberapa jenis data yang ada di rumah sakit, secara umum dapat dikatakan bahwa berdasarkan jenis kegiatannya terdapat 2 kelompok, yaitu. Kelompok data medis dan kelompok data umum. Data medis dihasilkan oleh pihak medis/paramedis/ahli-ahli kesehatan lainnya yang mendokumentasikan hasil pemeriksaan atu pengubatan mereka terhadap pasien pada masa tetentu . betuknya dapat berupa berkas rekam medis dan kesehatan. Maupun pada hasil-hasil alat elektronis( EKG,EMG,USG dll) atau pada hasil-hasil foto rontgen.
 Bukti-bukti ini harus dijaga secara baik oleh pihak-pihak penyimpan hasil dokumentasi tersebut lalu data tersebut disimpan dalam berkas rekam medis dalam satu manajemen berkas yang terorganisasi, pada rumah sakit yang telah memanfaatkan komputer sebagai alat penyimpanan data berkas ter sebut disimpan pada data base yang telah ter ogrganisasi juga dalam system komputer tersebut, pemanfaatan komputer ini pum mempermudah kegiatan –kegiatan yang ada di rumah sakit terutama bila harus mencari rekam medis satu pasien, tida perlu mencari secara manual tetapi komputer yang secara otomatis mencari data pasien tersebut. 
Adapun sifat data umum yaitu mendukung kegiatan kelompok medis, seperti contohnya pengisian formulir untuk pasien seperti penyakit yang pernah diderita,penyakit yang pernah dialami keluarga pasien(baik orangtua,dan keturunan pasien,golongan darah, tekanan darah dll.

Keberhasilan satu rumah sakit dalam mengelola sistem manajement informasi sangat erat hubungannya dengan menajement perolehan dan penyimpanan sumber data. Bila manajement berantakan maka informasi yang dimasukkan kedalam MIS juga akan bernasib sama. Oleh karena itu pengolahan MIS rumah sakit harus memberikan pemahaman kepada pengelola data agar mereka melaksanakan pelaporan dan penyimpanan data sesuai jalur MIS rumah sakit yang dikehendaki dan yang berdasarkan system. Melalui cara ini maka peranan data/ informasi yang diteruskan dalam MIS sumah sakit dapat berguna dalam pengambilan keputusan/tindakan oleh rumah sakit.





sumber
2.